Merefleksi Haul Gus Dur Sewindu

Peringatan sewindu Haul Gus Dur digelar serempak di sejumlah kota dan kabupaten di Indonesia. Tidak lupa ketinggalan juga, Gusdurian Bandung menggelar acara Haul Gus Dur dengan diskusi panel dan doa bersama di Kampus UIN SGD Bandung, Rabu (10/1/2018). Acara yang bertema “Menjadi Gus Dur Menjadi Indonesia” ini, menghadirkan pembicara dari berbagai Ketua Organisasi Kepemudaan (OKP) Diantaranya Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Adanya diskusi tersebut, perlu kita merefleksi pemikiran-pemikiran Gus Dur. Saat ini, pemikiran Gus Dur yang tumbuh di masyarakat Indonesia, terutama kepada kaum sarungan di pesantren-pesantren yang ada di Indonesia. Tidak lepas dari salah satu tokoh pemikir yang satu ini, selain terkenal dengan gayanya yang nyentrik beliau juga merupakan salah satu mantan presiden Negara Indonesia yang ke-4. Pria yang sering disapa Gus Dur tidak hanya sekedar pemikir melainkan aktivis dan politisi yang pluralis dan demokratis.

Gus Dur menjadi sosok yang diidolakan Tidak hanya oleh OKP yang beragama islam saja, melainkan hampir semua OKP ikut mengidolakan sosok Gus Dur. Mereka mengakui Jasa dari Buah pemikiran Bapak Pluralisme ini.  Untuk menjadi pengikut atau penerus pemikiran Gus Dur, tidak perlu menjadi Umat Islam, tidak perlu tinggal di Indonesia. Cukup dengan menjadi manusia maka kau berhak mengikuti jejak Gusdur. Sebab, karena Gusdur sangat menerapkan Nilai Kemanusiaan.

Selain itu, perlu adanya menyebarkan nilai-nilai Gusdur khususnya di lokal kampus Mahasiswa. Serta bisa menjadi pemantik untuk membumikan kembali sembilan nilai utama yang mengilhami perjuangan Gus Dur. Adapun sembilan nilai utama tersebut adalah ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, persaudaraan, kesederhanaan, keksatriaan, dan kearifan lokal/tradisi. Sebagai manusia yang mencintai perdamaian dan mengutamakan toleransi, kita harus mengetahui sosok dan memahami pemikiran Gus Dur itu sendiri. Selain itu, kita juga harus mampu masuk ke ranah strategis agar mampu menyebar luaskan nilai-nilai yang diterapkan oleh Gus Dur.

Tulisan ini dibuat oleh kader PMII Kabupaten Bandung, Dasem Miyati. Saat ini, dirinya kuliah di UIN SGD Bandung jurusan Matematika. Tulisan-tulisannya banyak dimuat di sosial media. Terutama di facebook.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *